logo papnj5

on . Hits: 60

Cara Jitu Pimpinan PA Penajam Membangun Integritas Aparatnya

 Apel 1

Semua berpangkal dari keteladanan. Seketat apapun model pengawasan, tetap saja dorongan praktik korupsi menyelinap dalam lorong gelap yang tak terjangkau. Para mafia bergerilya merusak mental aparatur, kemudian menyeretnya dalam gelanggang mafioso.

Maka itu, keteladaan sikap dan perilaku pemimpin yang konsisten dengan ucapannya, menjadi modal kuat membangun integritas aparatnya. Pemimpin yang berintegritas akan menjadi teladan/role model bagi bawahannya untuk senantiasa menjaga kesucian sumpah jabatan dan kemuliaan profesi.

Prinsip keteladanan seperti itulah yang terus diterapkan di PA Penajam. Pimpinan menerjemahkan diri sebagai figur yang antikorupsi. Dalam kondisi sesulit apapun, pimpinan PA Penajam pantang mengambil porsi yang bukan haknya. Ibarat kata, lebih baik mati melarat daripada hidup terima suap.

Salah satu contoh konkret nilai integritas yang patut diteladani ialah sikap tegasnya untuk tidak meminta keuntungan dari proyek pembangunan gedung PA Penajam. Padahal, keberadaan proyek ibarat gula dengan semut. Semakin besar tumpukan gula, semakin banyak kekuatan semut menyerbu manisnya gula.

Sudah jamak terjadi, keberadaan proyek pembangunan gedung justru jadi lahan bancakan. Tapi kelaziman itu tidak berlaku di PA Penajam. Hanya satu yang dipinta: Maksimalkan kualitas bangunan.

BERANTAS KORUPSI1

 

Keteladanan lainnya ialah ketegasan pimpinan PA Penajam menolak suap. Hal ini penting dimiliki karena korupsi yudisial tak jarang bermula dari rapuhnya integritas pimpinannya. Sehingga jaringan mafia sangat mudah menembus jantung peradilan.

Kesalehan Sistemik

Tapi, spirit antikorupsi yang diteladankan pimpinan PA Penajam tersebut tak cukup hanya dijadikan sebagai kesalehan individu. Nilai-nilai antikorupsi tersebut terus berupaya dijadikan kesalehan sistemik agar menjadi nafas bagi aparatnya. Kesalehan sistemik harus diwujudkan karena betapapun mulianya suatu kebaikan tapi jika tidak terorganisir maka akan dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir.

Pakta Integritas 1

Setiap momen pembinaan, misalnya, pimpinan PA Penajam terus mengingatkan aparatnya untuk tetap setia pada sumpah dan janji jabatan. Tidak menerima suap. Menghindari pungli. Dan, menanamkan nilai etos kerja dan melayani sebagai bagian dari ibadah. Salah satu kalimat yang acap didengungkan ialah aparatur PA Penajam perlu menyadari bahwa dirinya tidak hanya diawasi oleh CCTV, masyarakat, Komisi Yudisial, Ombudsman, Badan Pengawasan. Yang perlu disadari ialah bahwa setiap gerak-gerik selalu diawasi oleh malaikat di bahu sebelah kanan dan kirinya yang tidak pernah keliru mencatat semua amalnya.

Instrumen Pengawasan

Selain membangun mental aparatnya, dalam mencegah terjadinya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, pimpinan PA Penajam juga membuat instrumen pengawasan, antara lain sebagai berikut:

  1. Pengawasan dan pembinaan atasan langsung sebagaimana amanat PERMA No.8 Tahun 2016;
  2. Surat pernyataan tidak ada benturan kepentingan yang dibuat oleh majelis hakim pemeriksa perkara sebagai jaminan bahwa perkara yang ditangani tidak memiliki konflik kepentingan;
  3. CCTV online yang dipasang di tempat strategis dan area layanan serta dapat dipantau dengan mudah dari manapun dan oleh siapapun;
  4. Pemisahan area parkir pengunjung dengan pegawai. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya kontak langsung antara aparat dengan pihak berperkara;
  5. Dibentuk tim pengendali gratifikasi yang bertugas menyosialisasikan, memfasilitasi, mengelola dan melaporkan penerimaan gratifikasi;
  6. Sosialisasi antigratifikasi yang dipublikasikan di berbagai media sosial, audio antigratifikasi, spanduk, website, banner;
  7. Saluran pengaduan berbasis teknologi melalui SIWAS MARI;
  8. Sterilisasi ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu dengan menyematkan kalung tanda pengenal bagi pengunjung yang berkepentingan langsung dengan layanan, sehingga akses calo semakin sempit;
  9. Menyediakan ruang tamu terbuka. Salah satu bentuk implementasi kode etik ialah larangan bertemu pihak berperkara. Bagi hakim tindakan tersebut menjadi pantangan dan bahkan dikategorikan pelanggaran kode etik kelas berat. Sebab, pertemuan macam itu membuka ruang gelap transaksi pengaturan perkara, suap, dan praktik lancung lainnya. Sehingga proses peradilan tak lagi bertumpu pada fair trial. Maka dari itu, ruang tamu terbuka adalah salah satu cara untuk mengindari pertemuan tertutup dan sebagai sarana memilah tamu. Hal ini merupakan standar kode etik yang wajib dupatuhi. Tak hanya untuk kewibawaan profesinya, hakim juga wajib mendorong pegawai pengadilan, advokat, dan penuntut serta pihak lainnya yang tunduk pada arahan dan pengawasan hakim untuk menerapkan standar perilaku yang sama (SK Ketua MA No. 104/A/SK/XII/2006 tentang Pedoman Perilaku Hakim).

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Penajam
Jl. Provinsi KM. 8 Kel. Nipah-Nipah Kec. Penajam, Kab. Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur - 76142
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Email Tabayun : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 6

7

Lokasi Kantor

Sosial Media

11

13

12

14