JAKARTA (11/08/2026) – Komitmen Mahkamah Agung dalam melahirkan pimpinan peradilan yang berkualitas terus diperkuat. Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, (Drs. H. Muchlis, S.H., M.H.,) secara resmi membuka rangkaian kegiatan Profile Assessment bagi Calon Wakil Ketua Pengadilan Agama dan Mahkamah Syar’iyah Kelas IA dan Kelas IB Tahun 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh tim Asesor SDM Aparatur Ahli Utama diantaranya Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H dan Supatmi, S.H., M.M., yang akan mengawal berjalannya proses seleksi hingga tuntas.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di Command Center Assessment Center, Gedung Sekretariat Mahkamah Agung ini menjadi babak krusial dalam proses fit and proper test bagi para calon pemimpin di lingkungan peradilan agama.
Dalam arahannya, Dirjen Badilag menegaskan bahwa posisi Wakil Ketua bukanlah sekadar jabatan administratif, melainkan motor penggerak utama dalam manajemen peradilan.. Beliau menekankan bahwa calon pimpinan yang dibutuhkan saat ini harus memiliki perpaduan antara kompetensi manajerial yang mumpuni, karakter yang adaptif, serta integritas yang tidak bisa ditawar.
"Tugas seorang wakil ketua sangat strategis, yakni menjadi penggerak utama dalam pengawasan internal sekaligus penjamin mutu pelayanan hukum yang berkeadilan bagi masyarakat," ungkap Dirjen Muchlis di hadapan para peserta yang hadir secara virtual.
Beliau juga menaruh harapan besar kepada Tim Assessment Center agar menjalankan proses penilaian dengan penuh objektivitas dan independensi. Menurut beliau, hasil penilaian ini akan menjadi "kompas" dalam menentukan sosok pimpinan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dan memiliki ketulusan dalam melayani masyarakat pencari keadilan.

Di akhir sambutannya, Dirjen Badilag memberikan motivasi kepada seluruh peserta untuk menghadapi tahapan seleksi dengan kejujuran dan optimisme tinggi. Beliau mengingatkan bahwa seleksi ini adalah langkah awal dari sebuah perjalanan pengabdian yang lebih besar bagi bangsa dan peradilan.
"Tunjukkan kapasitas, dedikasi, dan integritas diri yang utuh. Karena dari sinilah tonggak kepemimpinan peradilan masa depan akan dimulai," pungkasnya penuh semangat.
Besar harapan melalui proses seleksi yang ketat dan transparan ini, akan lahir para pemimpin peradilan yang transformatif, yang mampu menjawab tantangan zaman dengan inovasi, serta terus memegang teguh komitmen untuk memberikan layanan hukum prima bagi masyarakat luas. Kehadiran pemimpin yang berintegritas dan visioner di setiap satuan kerja diharapkan dapat membawa peradilan agama menuju standar pelayanan dunia yang lebih inklusif, akuntabel, dan berkeadilan. (RW)
