banner pa penajam

on . Hits: 18

PTA Kaltim Selenggarakan Diskusi Hukum, Ketua PA Penajam Menjadi Pemateri


 

Pada hari Rabu tanggal 06 September 2019 telah diadakan kegiatan diskusi hukum rutin di Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Kalimantan Timur untuk seluruh pengadilan agama (PA) yang berada di Provinsi Kalimantan Timur. Tema diskusi kali ini adalah “Problematika Eksekusi Anak di Indonesia” dengan pemateri adalah Bapak Muslich, S.Ag., M.H. (Ketua PA Penajam) dan bertindak selaku moderator adalah Nor Hasanuddin, Lc., M.A. (Hakim PA Penajam).

Adapun yang bertindak sebagai narasumber adalah Dr. H. A. Choiri, S.H., M.H. (Ketua PTA Kaltim) dan Drs. H. M. Manshur, S.H., M.H. (Wakil Ketua PTA Kaltim). Dan sebagai notulis adalah Drs. H. Rusliani (Panitera Pengganti pada PTA Kaltim) dan Dra. Hj. Nurhikmah (Panitera Pengganti pada PTA Kaltim)

10 02

Diskusi hukum yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan PTA Kalimantan Timur ini berlangsung dari pukul 09.00. WITA s/d pukul 16.30 WITA. Peserta diskusi hukum adalah ketua, wakil ketua, para hakim tinggi, panitera, sekretaris, pejabat struktural dan pejabat fungsional PTA Kalimantan Timur.

Acara diskusi hukum ini turut dihadiri pula oleh para ketua, wakil ketua, para hakim, panitera dan juru sita pengadilan agama sewilayah hukum PTA Kalimantan Timur. Sedangkan 4 (empat) pengadilan agama yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Utara tidak dikutsertakan mengingat jarak geografis yang sangat jauh dengan Kota Samarinda, tempat pelaksanaan diskusi hukum kali ini.

Dalam kata sambutannya, H. M. Manshur, S.H., M.H. selaku Wakil Ketua PTA Kaltim menyampaikan bahwa kegiatan diskusi hukum ini diselenggarakan berdasarkan Surat Dirjen Badilag Nomor 1324/DjA/OT.01.1/IV/2019, tanggal 12 April 2019 Perihal Diskusi Teknis Yustisial yang harus dilaksanakan 3 (tiga) kali dalam setahun.

“Kegiatan diskusi kali ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya PTA Kaltim melaksanakan diskusi hukum di Balikpapan pada bulan Mei 2019 yang lalu, yang pada saat itu turut dihadiri oleh Ketua Kamar Agama pada Mahkamah Agung RI, YM Mulia Dr. H. Amran Suadi, S.H., M.H., M.M.” tegasnya.

Dalam kata pembukaannya, Dr. H. A. Choiri, S.H., M.H. selaku Ketua PTA Kaltim menegaskan, persoalan ekseksi merupakan tugas keempat pengadilan. Tuga pertama pengadilan adalah menerima; kedua, adalah memeriksa; ketiga adalah mengadili; dan keempat adalah menyelesaikan perkara.

“Menyelesaikan perkara merupakan tugas terakhir pengadilan. Inilah yang disebut eksekusi. Eksekusi merupakan harga diri pengadilan. Dengan eksekusi, asas kemanfaatan hukum dapat dirasakan oleh pihak yang berhak menerima hak. Oleh itu, di sinilah letak urgensi tema diskusi kita pada hari ini, yaitu: Problematika Eksekusi Anak di Indonesia,” tegasnya.

Acara diskusi selanjutnya adalah pemaparan materi diskusi yang disampaikan oleh Muslich, S.Ag., M.H. (Ketua PA Penajam). Dalam pemaparannya, beliau mengusulkan agar ‘lembaga paksa badan’ diterapkan bagi pihak yang tidak mau melaksanakan eksekusi anak sesuai dengan amar putusan pengadilan agama.

10 01

“Lembaga paksa badan yang diundangkan berdasarkan Perma Nomor 1 Tahun 2001 tentang Lembaga Paksa Badan, meski selama ini hanya berlaku dalam penyelesaian sengketa kebendaan dan praktik peradilan pajak, namun adanya beberapa modifikasi yang disesuaikan dengan karakteristik perkara di pengadilan agama, maka lembaga paksa badan tersebut dinilai efektif dalam usaha eksekusi anak di pengadilan agama,” ungkap Ketua PA Penajam tersebut.

Setelah pemateri menyampaikan materinya, acara dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab seputar problematika eksekusi anak di Indonesia termasuk pula hal-hal yang terkait dengan norma pengalaman para peserta diskusi turut disampaikan di dalam forum tersebut.

Di akhir sesi diskusi, Dr. H. A. Choiri, S.H., M.H. (Ketua PTA Kaltim) selaku narasumber dalam kegiatan diskusi tersebut menyimpukan bahwa meskipun lembaga paksa badan sepertinya menjadi salah satu usulan yang disampaikan oleh penyaji materi yang didukung pula oleh sebagian peserta diskusi lainnya, namun untuk dapat diterapkan di peradilan agama masih memerlukan perjalanan yang panjang. Hal ini mengingat harus ada penyesuaian mekanisme pelaksanaan lembaga paksa badan tersebut sesuai dengan karakteristik perkara di peradilan agama.

Sebagai penutup, H. M. Manshur, S.H., M.H. selaku Wakil Ketua PTA Kaltim menyampaikan beberapa butir yang terkait dengan pembinaan teknis dalam rangka penyelesaian perkara di seluruh pengadilan agama yang berada di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Timur sesuai dengan asas sederhana, cepat dan biaya ringan. (Hasan-Pnj)

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Penajam

Jl. Provinsi KM. 8 Kel. Nipah-Nipah Kec. Penajam

Kab. Penajam Paser Utara - 76142

Kalimantan Timur

 

Telp: 0542-8541119

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

maps1 Lokasi Kantor

Tautan Aplikasi